AT, Eksportir Arang Bakau Terbesar di Kota Batam

by -79 views

Batam|Diantarakepri.com
Belum lama ini Badan Keamanan laut (Bakamla)RI melakukan Penangkapan tiga unit kontainer berisi Arang Bakau, penangkapan yang dilakukan disinyalir karena pemilik barang melakukan berbagai pelanggaran hukum.

adapun pelanggarannya yakni memanipulasi terkait laporan pajak.selain memanipulasi laporan pajaknya,pemilik juga dikabarkan terlibat atas sejumlah pembalakan liar pohon mangrove dibeberapa lokasi di pulau-pulau yang ada dikota Batam.

Atas penangkapan itu membuka mata publik bahwa perdagangan Arang Bakau (Mangrove)selama ini,bisa menembus pasar internasional,dan tidak tanggung-tanggung, para pelaku bisnis Arang Bakau ini diinformasikan mendapatkan keuntungan besar,hingga omsetnya diperkirakan mencapai Milyaran Rupiah disetiap pengirimannya keluar negeri.

Beberapa oknum pengusaha arang bakau yang ada di kota Batam kepulauan Riau,namanya sangat Populer dikalangan oknum pejabat karena Oknum Pengusaha tersebut telah cukup lama berkiprah menjadi penampung sekaligus exportir Arang bakau,Batam Rempang sampai Galang cukup tersohor,karena dikabarkan telah ciptakan Lapangan kerja,dan loyal pihak pihak tertentu.

salah satunya adalah Inisial AT,oknum pengusaha Arang mangrove ini adalah dikabarkan salah satunya pemilik Dapur arang terbesar disekitar Jembatan Lima Barelang kota Batam.diketahui sampai saat ini AT, masih tetap beroperasi dalam hal eksport (arang bakau) secara besar besaran.

dikabarkan pengiriman Arang bakau
Dengan petikemas tujuan luar negeri,masih tetap berjalan lancar hingga menembus pasar Internasional.
penangkapan yang dilakukan pihak Bakamla RI beberapa saat lalu baginya mungkin tidak menjadi masalah serius.

“Saya melihat aktivitas masih lancar lancar saja bang, tidak ada kendala dilapangan,meski ada penangkapan beberapa waktu lalu,konteiner masih tetap diberangkatkan”kata sumber media ini meminta namanya tidak untuk dipublikasikan.

AT,adalah salah satu oknum pengusaha pebisnis exportir Arang Bakau,Pebisnis jaringan Internasional ini sangat dikenal loyal kepada pihak pihak tertentu,mungkin hal itu dilakukannya untuk memuluskan usaha perdagangannya yakni sebagai penampung sekaligus eksportir Arang Bakau.

Selain dugaan memanipulasi data pajak,AT juga diduga memiliki pelabuhan tidak resmi dilokasi pergudangannya,Pelabuhan tikus tersebut di duga untuk menampung sejumlah kayu mangrove yang didatangkan dari berbagai pulau disekitar Batam,Rempang dan Galang (Barelang).

Dalam hal penampungannya Oknum pengusaha arang bakau ini,diduga telah menerima kayu mangrove yang diambil dari lokasi yang tidak dibenarkan,karena diketahui
di kota Batam tidak pernah mengizinkan adanya pemotongan pohon mangrove apalagi ditujukan untuk produksi arang.

Sebelumnya Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau,untuk melakukan serangkaian kegiatan, salah satunya menanam bibit mangrove (pohon bakau) di Pancur Pelabuhan,Tanjung Piayu,beliau berpesan supaya bersama sama untuk menjaga pohon mangrove tersebut untuk kelestarianya kedepannya.dalam kesempatan itu Ibu negara RI ini,menyempatkan diri menanam serta menyaksikan pembibitan pohon mangrove dilokasi tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan Ibu Negara berbanding terbalik dengan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,sebab masih tetap melakukan penebangan kayu mangrove,adapun lokasi penebangan pohon mangrove yang disorot baru ini di Tanjung Pelanduk, Pulau Sembur dan daerah lainnya.

lantas apakah upaya keras pemerintah untuk melestarian pohon Bakau tersebut tidak direspon baik oleh oknum pengusaha Arang bakau dikota Batam?saat media ini mencoba mempertanyakan kegiatan tersebut,Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Batam pak Herman Rozie,melalui selulernya menyampaikan,Hal tersebut kurang dipahaminya,Ia menghimbau supaya langsung menanyakan perihal itu kepada yang membidanginya,agar lebih pasti dan lebih jelas,dan menyarankan media ini untuk datang kekantornya.

“Waduh masalah itu saya kurang paham pak…
Bisa langsung Dateng ke KTR dlh kota batam ,Langsung menanyakan dengan bidangnya pak..
Biar pasti dan jelas”jawabnya melalui Pesan WhatsApp.

Sejauh ini apakah oknum Pengusaha AT (eksportir)telah memenuhi aturan serta ketentuan Peraturan Perundang-undangan Pasal 108,Undang-undang No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dan Pasal 112 Undang-undang No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan/ Larangan Ekspor. dan juga ketentuan undang undang Lingkungan,serta aturan lainya?
media ini masih tetap mencoba meminta penjelasan dari AT,tetapi sampai saat ini belum berhasil ditemui.Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *